BIOADSORPSI SPESI SULFUR DALAM ION TIOSULFAT OLEH THIOBACILLUS THIOPARUS DENGAN BANTUAN ZEOLIT ALAM LAMPUNG SEBAGAI MEDIUM ADSORPSI

Ariyo Prabowo

Abstract


Selain dapat menurunkan keekonomisan gas bumi, gas buang yang mengandung senyawa sulfur juga memiliki potensi yang dapat menimbulkan pencemaran udara jika terlepas ke udara. Untuk mengurangi kadar senyawa ini, proses bioadsorpsi dapat digunakan dengan menggabungkan proses degradasi oleh aktivitas mikroba dalam hal ini melalui aktivitas bakteri Thiobacillus thioparus dengan proses adsorpsi melalui bantuan material berpori yaitu zeolit alam Lampung sebagai adsorben. Pada tahap pembuatan medium dan fase tumbuh kultur Thiobacillus thioparus, koloni sel dijaga pada fase log yang akan terbentuk mulai hari ke 4 dan berhenti pada hari ke 8 dengan pH optimum harus stabil pada rentang 6 – 8. Pada fase inilah kultur digunakan pada proses bioadsorpsi. Zeolit sebagai bahan pengisi kolom bioadsorpsi juga sebelumnya di preparasi dengan proses mekanik untuk menyeragamkan ukuran diameter partikel yaitu sebesar ± 1 – 2 mm. BET autosorb digunakan untuk mengetahui profil fisik dari zeolit yaitu luas permukaan, volume pori, dan diameter pori. Pada proses bioadsorpsi, persentase reduksi tertinggi spesi sulfur pada ion tiosulfat dicapai sebesar 41,31 % pada jam ke 8. Sedangkan, proses bioadsorpsi akan terus berlanjut sampai mencapai jam ke 24 hingga tak tersedianya lagi sulfur yang dapat didegradasi oleh Thiobacillus thioparus, maka sel memasuki fase kematian hingga mengakhiri proses yang terjadi.

Full Text:

PDF

References


Atlas, R.M. and Parks, L.C. 1993. Handbook of Microbiological Media. Boca Raton FL, CRC Press, 1079 p.

Barbosa, V.L., Atkins, S.D., Barbosa, V.P., Burgess, J.E., Stuetz, R.M. (2006, March) Characterization of Thiobacillus thioparus Isolated from an Activated Sludge Bioreactor used for Hydrogen Sulfide Treatment. Journal of Applied Microbiology, 101, 1269–1281.

Kanagawa, T. and Mikami, E. (1989, March) Removal of Methanethiol, Dimethyl Sulphide and Hydrogen Sulphide from Contaminated Air by Thiobacillus thioparus TK-m. Appl Environ Microbiol 55, 555–558.

Kuenen, J.G. and Beudeker, R.F. (1982, September) Microbiology of Thiobacilli And Other SulphurOxidising Autotrophs, Mixotrophs and Heterotrophs. Phil Trans R Soc Lond B 298, 473–497.

Lens, P. and Pol, L.H. 2000. Environmental Technologies to Treat Sulfur Pollution:

Principles and Engineering. London : IWA Publishing.

Putra, R.J. 2008. Rancang Bangun dan Uji Hidrodinamika Kolom Biofilter untuk Penyisihan Senyawa Sulfur. Skripsi (tidak dipublikasikan). Universitas Indonesia, Jakarta.

Solcia, R.B., Ramírez, M., Fernández, M., Cantero, D., Bevilaqua, D. (2014, January) Hydrogen Sulphide Removal from Air by Biotrickling Filter using Open - pore Polyurethane Foam as a Carrier. Biochemical Engineering Journal, 84, 1–8.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.





Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity

ISSN 2581-0014

published by:

Department of Biotechnology, Faculty of Health, Universitas Esa Unggul

Jalan Arjuna Utara No. 9, Kebon Jeruk, Jakarta Barat